SEJARAH DESA LARANGANLOR KEC. GARUNG KAB. WONOSOBO

Nama asli desa ini adalah Desa Larangan namun ditambahkan imbuhan Lor oleh pemerintah daerah Kabupaten Wonosobo di Tahuan 80-an sehingga berubah menjadi Desa Larangan Lor hingga sekarang. Ada kepercayaan sebagian warga bahwa ketika Rakai Sanjaya membangun candi di Dataran Tinggi Dieng pada abad 7-8 Masehi, Desa Larangan adalah jalur peziarahan ke arah Dieng melewati jalan yang sekarang dikenal sebagai jalan Rake Panangkaran. Beberapa tempat yang cukup dikenal di Desa ini adalah Seruni, Gupakan, Setedeng, Banyu Semurup, Siluman dan Setalang. Ketika Gunung Dieng meletus tahun 1375 (indeks vulkaniknya= VEI=3), beberapa penduduk Dieng ada yang mengungsi ke arah bawah dengan membawa keluarganya, jalur yang ditempuh adalah tangga yang dikenal dengan "Andha Budha" di atas Siterus, lalu turun melalui daerah berbatu/"rongkel" yang sekarang menjadi Dusun Sirangkel, terus melalui turunan (Tedunan), dan sampai di Desa Larangan untuk "ngelar angen-angen" di padepokan "girinata" yang konon sudah berdiri pada masa itu. Di Desa Larangan terdapat makam yang sering dikunjungi warga yakni makam Mbah Butuh/Kyai Abdul Qodir-iraq) dan makam 16 kyai lainya yang merupakan pendiri desa.


Total Dibaca